Dua Negro Dalam Lift

June 24, 2008

Oleh: Tidak Diketahui

Baru-baru ini di Atlantic City – AS, seorang wanita memenangkan sekeranjang
koin dari mesin judi. Kemudian ia bermaksud makan malam bersama suaminya.
Namun, sebelum itu ia hendak menurunkan sekeranjang koin tersebut di
kamarnya. Maka ia pun menuju lift.
 
Waktu ia masuk lift sudah ada 2 orang hitam di dalamnya. Salah satunya
sangat besar . . . Besaaaarrrr sekali. Wanita itu terpana. Ia berpikir, “Dua
orang ini akan merampokku.” Tapi pikirnya lagi, “Jangan menuduh, mereka
sepertinya baik dan ramah.”
 
Tapi rasa rasialnya lebih besar sehingga ketakutan mulai menjalarinya. Ia
berdiri sambil memelototi kedua orang tersebut. Dia sangat ketakutan dan
malu. Ia berharap keduanya tidak dapat membaca pikirannya, tapi Tuhan,
mereka harus tahu yang saya pikirkan!
 
Untuk menghindari kontak mata, ia berbalik menghadap pintu lift yang mulai
tertutup. Sedetik . . . dua detik . . . dan seterusnya. Ketakutannya
bertambah! Lift tidak bergerak! Ia makin panik! Ya Tuhan, saya terperangkap
dan mereka akan merampok saya. Jantungnya berdebar, keringat dingin mulai
bercucuran.
 
Lalu, salah satu dari mereka berkata, “Hit the floor” (Tekan Lantainya).
Saking paniknya, wanita itu tiarap di lantai lift dan membuat koin
berhamburan dari keranjangnya. Dia berdoa, ambillah uang saya dan biarkanlah
saya hidup.
 
Beberapa detik berlalu. Kemudian dia mendengar salah seorang berkata dengan
sopan, “Bu, kalau Anda mau mengatakan lantai berapa yang Anda tuju, kami
akan menekan tombolnya.” Pria tersebut agak sulit untuk mengucapkan
kata-katanya karena menahan diri untuk tertawa.
 
Wanita itu mengangkat kepalanya dan melihat kedua orang tersebut. Merekapun
menolong wanita tersebut berdiri. “Tadi saya menyuruh teman saya untuk
menekan tombol lift dan bukannya menyuruh Anda untuk tiarap di lantai lift,”
kata seorang yang bertubuh sedang.
 
Ia merapatkan bibirnya berusaha untuk tidak tertawa. Wanita itu berpikir ,
“Ya Tuhan, betapa malunya saya. Bagaimana saya harus meminta maaf kepada
mereka karena saya menyangka mereka akan merampokku.” Mereka bertiga
mengumpulkan kembali koin-koin itu ke dalam keranjangnya.
 
Ketika lift tiba di lantai yang dituju wanita itu, mereka berniat untuk
mengantar wanita itu ke kamarnya karena mereka khawatir wanita itu tidak
kuat berjalan di sepanjang koridor. Sesampainya di depan pintu kamar, kedua
pria itu mengucapkan selamat malam, dan wanita itu mendengar kedua pria itu
tertawa sepuas-puasnya sepanjang jalan kembali ke lift.
 
Wanita itu kemudian berdandan dan menemui suaminya untuk makan malam.
 
Esok paginya bunga mawar dikirim ke kamar wanita itu, dan di setiap kuntum
bunga mawar tersebut terdapat lipatan uang sepuluh dolar.
 
Pada kartunya tertulis: “Terima kasih atas tawa terbaik yang pernah kita
lakukan selama ini.”
 
Tertanda:
Eddie Murphy & Michael Jordan
 
(Eddie Murphy adalah bintang film Holywood, dan Michael Jordan adalah
bintang basket NBA)

Sumber: Internet (kiriman email dari teman) 

 

Leave a Reply